MENYANGKAL REALITAS
Banyak orang menyangkal kebenaran bahkan ketika dihadapkan dengan data ilmiah yang tak terbantahkan!
Tulisan ini adalah terjemahan bebas dari artikel yang ditulis oleh Saul Levine, M.D. di laman Psychology Today tanggal 8 Desember tahun 2015. Artikel asli dapat dilihat di sini. Karena merupakan hasil terjemahan, maka saya menyarankan pembaca untuk melihat dari sudut pandang budaya dan konteks masyarakat Amerika pada masa tersebut.
Dalam teori psikoanalisis, penyangkalan adalah pertahanan psikologis yang dilakukan oleh kita untuk mengurangi rasa cemas saat berhadapan dengan hal yang dirasakan amat mengganggu.
Akhir-akhir ini, kita menjumpai ada satu tipe unik dari "penyangkalan" ini, di mana orang dewasa yang tampaknya cerdas dan waras dengan penuh semangat menolak kebenaran meskipun ada bukti kumpulan data yang tak terbantahkan. Penolakan ini mirip dengan "Truthiness"* Stephen Colbert, di mana orang-orang yang melakukan penyangkalan ini dengan tegas menolak fakta-fakta ilmiah yang terverifikasi karena menghalangi gagasan-gagasan mereka sendiri yang kaku.
Catatan penulis: "Truthiness" adalah adalah keyakinan atau pernyataan bahwa suatu hal adalah benar dengan hanya didasarkan pada intuisi atau persepsi seseorang atau sekelompok orang, tanpa mengindahkan bukti, logika, penelitian ilmiah, ataupun fakta-fakta.
Silakan klik tautan ini untuk mengenal siapa Stephen Colbert.
Berikut beberapa contoh dari keyakinan mereka:
- Tidak ada Pemanasan Global yang diakibatkan oleh ulah manusia.
- Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki iklim kita.
- Sebagian besar imigran menguras anggaran layanan sosial, sekolah, rumah sakit, dan sumber daya publik lainnya.
- Banyak imigran adalah penjahat, pemerkosa, pedagang obat bius atau teroris.
- Mudahnya memperoleh senjata api tidak ada hubungannya dengan wabah kejadian penembakan-penembakan di Amerika.
- Angka kematian akibat senjata api belum terbukti menurun di negara-negara yang menerapkan pembatasan kepemilikan senjata api.
- Vaksin sangat berbahaya karena mengakibatkan autisme dan kelainan-kelainan lainnya.
- Orang Muslim datang untuk menghancurkan kita dan kebudayaan kita.
- Orang Amerika Latin adalah pemalas, orang Yahudi itu serakah, orang berkulit hitam semua penjahat, dll.
- Pernikahan adalah suci hanya antara seorang pria dan seorang wanita.
- Planned Parenthood menjual organ-organ tubuh bayi.
- LGBT adalah orang-orang yang sakit atau jahat.
- Amerika Serikat adalah negara nomor satu / terbesar di dunia dalam bidang kesehatan, pendidikan, gizi, kedermawanan sosial, kebersihan, kebahagiaan, dan keamanan. (namun kenyataannya Amerika juga "terbesar" dalam persenjataan, kejadian penembakan massal, pembelanjaan militer, jumlah narapidana, perdagangan obat bius, dan lain-lain indikator "keagungan").
Dalam ilmu kedokteran jiwa, kata "delusi" berarti keyakinan kuat pada beberapa gagasan yang diketahui salah, dan dapat menjadi gejala paranoia atau psikosis. Walaupun orang-orang yang percaya dan yakin pada hal-hal di atas tidak sakit secara mental, namun mereka sangat taat pada kepercayaan mereka meski disodori bukti-bukti yang jelas bertentangan, terutama jika bukti-bukti berdasarkan telaah ilmiah.
Para penyangkal ini adalah "penganut sejati" dari "Satu Kebenaran Mutlak". Mereka adalah kelompok yang baru-baru disebut ini oleh Paus Fransiskus sebagai "kaum fundamentalis", dan mereka dapat ditemukan di semua agama dan aliran kepercayaan. Tulisan-tulisan dari kitab acuan mereka diambil secara harfiah atau ditafsirkan ulang untuk menyesuaikan dengan prasangka dan kebencian mereka.
Pemikiran tertutup semacam ini lazim di setiap negara di dunia dan ada di semua agama. Berbagai kata menggambarkan hal ini: zealotry, bigotry, fanaticism (fanatik, fanatisme). Praktik keyakinan sangat kaku seperti ini sangat membahayakan jiwa kewarganegaraan kita. Lebih buruk lagi, mereka menyebarkan alasan-alasan ilmiah palsu untuk mengendalikan dan menebarkan kebencian.
Mari kita mengingat bahwa para pendahulu kelompok penyangkal saat ini adalah mereka yang pernah dengan semangat menggebu-gebu menyatakan bahwa: Bumi diciptakan dalam 7 hari, Bumi adalah datar, dan merupakan pusat Alam Semesta; gravitasi tidak ada; penyakit disebabkan oleh roh jahat; dan ras Kaukasia adalah ras terunggul.
Ilmu pengetahuan memang tidak sempurna, itulah sebabnya para ilmuwan di seluruh dunia selalu berusaha untuk menemukan dan memahami lebih banyak tentang tubuh, pikiran, planet, dan kosmos kita.Tetapi ketika orang menolak untuk menerima atau percaya data dan fakta yang terbukti secara ilmiah karena mengganggu pikiran mereka, berarti kita memang dalam masalah besar.
Saul Levine, MD
Profesor Emeritus Psikiatri
Universitas California di San Diego (UCSD)
Telepon: 1-619 507 6142
email: slevine@ucsd.edu.
#bigotry
#denial
#menyangkal_fakta
#truthiness
#saul_levine
#delusi
No comments:
Post a Comment